Art_ikelDecember 17, 2008 7:50 pm

kucing yg tak bersahabatjum’at kemarin saat aq baru datang dari perjalanan jauh, di teras rumah qu mencium bau tak sedap yang sepertinya bau itu tak asing lagi…setelah melihat di daerah sekitar qu menemukan beberapa bulatan agak menguning….emoticon emoticon, emoticon WAAAAAAA…TAI KUCING……..,emoticon emoticon, terpaksa mo ga mao harus langsung bergegas ganti baju n menyegerakan pembersihan massal, tapi sebelumnya aq sudah memakai masker tuk nutupin ni hidung biar ga terlalu bau….,

Kucing bagiqu binatang yang lucu, aq suka kucing tapi klo begini caranya bisa emoticon…suebel buangget…..,

 

Art_ikelOctober 25, 2008 7:16 am
mendung sedari tadi menyelimuti kampung jakarta…gemuruh suara yang silih berganti ta kunjung hujan datang….., aq menunggunya sambil menyiapkan materi tuk besok.

Besok ada 2 instansi yang harus aq samperin tuk persentasi sedikit…., "PENGADILAN NEGERI JAKARTA BARAT" dan "HIPPERCI" yah lumayan deg-degan seh coz ga pernah seperti ini sebelumnya, tugas ini di serahin bos tuk aq, karena yang lain pada ga bisa, aq minta doanya temen2 aja moga besok bisa lancar dan bagi mereka memuaskan….,Amin….ya robbal alamin.

Sebelumnya aq sedikit berat diserahin tugas ini karna klo sendirian aq masih lum begitu kenal jalan jakarta…tapi untung aja dah ada yang ikhlas mo nganterin aq kesana, Alhamdulillah…he2,,

Art_ikelOctober 13, 2008 1:06 pm
Me & My bestfriend
Tak terasa sudah kurang lebih 3bulan aq menapakkan kakiqu di jakarta, demi melaksanakan hak dan kewajibanqu demi sesuap nasi emoticon. aq ga pernah menyangka akan ada di kota ini, kota yg penuh dengan kesibukan, kepadatan dan kebisingan. sekitar 3 bulan rasanya sulit bagiqu tuk beradaptasi dengan lingkungan baru, meski sudah ada beberapa teman disini.
 
waktu terus berputar begitu cepatnya mengubah jaman yang terus berkembang, era dmn aq harus melaksanakan kewajibanqu hingga sore. tertawa dan tersenyum bersama teman lama sudah menjadi memory hidupqu, berat rasanya setelah sekian lama bersama dan sekarang harus berpisah. Kota lama yg pernah aq singahipun sekarang entah gmn kabarnya, apakah masih dingin seperti dulu ato sudah menjadi jakarta ke 2, aq tak tau!!! yg paling aq pikirkan adalah kabarnya mbah di malang sana,aq dah menganggap dia sebagai keluargaqu, nyesel rasanya saat mudik ga mampir ke malang, paling tidak aq menjenguknya…emoticon "mbah gmn kabarmu?" emoticon cara satu2nya aq harus nanyak keteman yg masih ada di malang , tp siapa yah?emoticon umumnya temanqu dah pada kabur ke tanah airnya masing2, semoga engkau sehat2 saja disana Mbah…..
 
Tuk teman2qu Sukses selalu…..emoticon oya bagi yang masih sempet liat n baca blog ini tolong kabarnya yah……no hpqu tetep yang doloe…lum ganti…emoticon
Art_ikelOctober 8, 2007 4:28 pm
Tik-tak-tik-tak begitulah suara jam dinding itu berdetak. Suara yang begitu pelan tapi begitu jelas terdengar di telingaku, waktu itu emang tidak ada suara sama sekali kecuali suara jam itu. Perlahan mata ini aq buka, dan diam sejenak tuk mengumpulkan ruh rawanqu yang sudah sedari tadi melayang-layang tak karuan di alam bawah sadarqu. Aqu melihat jam dinding di sebelah kiriqu sudah menunjukkan jam 2.30 yang mengharuskan tuk segera bergegas bangun. Tubuh ini terasa berat sekali, tapi tekad ini untuk bermunajat kepadaNYA tak akan pernah kalah hanya dengan rasa malas yang ada di benakqu. Serasa dari tadi emang ada sesuatu yang selalu menggoda otakqu, menari-nari di kelopak mataqu memaksa untuk selalu terpejam tak berdaya di pembaringan.

Sebagai makhluknya aq harus menunjukkan rasa syukurqu atas nikmatnya. Nikmat yang selalu DIA berikan kepadaqu. Yang DIA sebarkan melalui darahqu yang mengalir ke setiap sendi-sendi tubuhqu. Di awali dengan nawaitu (niat) yang tulus, maka semua akan menjadi ibadah. Aq bergegas ke belakang menghampiri sebuah tempat yang emang di sediakan untuk bersuci kecil dengan mulai dari membasuh muka dengan niat tentunya, sampai selesai membasuh kedua kaki, setelah bersuci kecil aq biasa melihat alam sekitar di luar, melihat dedaunan yang melambai-lambai tiada hentinya, merasakan udara yang menjadi angin mendesir yang membangunkan semua bulu kudukqu, mendengarkan suara jangkrik dan ayam berkokok, pertanda waktu emang benar2 pagi buta, di ramaikan oleh kunang-kunang yang berkejaran sambil menyalakan lampunya. Seakan2 mereka begitu gembiranya menyambut sesuatu yang datang pagi itu. Begitu damai melihat mereka,begitu tentram rasanya…..jika semua bisa merenungi ini semua.

Aq kembali masuk kamar dan mulai ritual pagiqu,melakukan yang 8 rokaat dengan di tambah 3 rokaat, di lanjutkan dengan lantunan pujian-pujian untuk menyambutNYA. Tak terasa waktu sudah mendekati sang fajar tapi tak terasa pula alam bawah sadar memanggilqu kembali, ntah berapa menit aq di alam sana, saat aq membukakan mataqu tuk yang kedua kalinya, yang qu dengar lantunan yang selalu menggetarkan hati dan jiwaqu setiap kali mendengarnya,lantunan yang selalu memanggilqu tuk melakukan yang 5 waktu.

 

NB : Aq disitu bukan aq yang punya blog, tapi aq disitu adalah aq yang sadar akan bermunajat kepadaNYA di waktu 1/3 malam….

Art_ikel 5:46 am
Kemarin pagi2 banget jam 5.30" emoticon tu dah paling pagi buat qu tuk bangun, coz abis subuhan tu aq biasa ngelanjutin perjuangan ke alam di bawah sadar" biasa orang indonesia hek2…jangan tersinggung buat yang ngerasa orang indonesia, karena pada umumnya orang indonesia begitu, pas tu aq dah siap2 tuk meluncur ke tanah kelahiranqu si ARUDAM, meski yg akan qu tempuh perjalanan yg cukup jauh…puasa-puasa lg, tp ga bisa menghilangkan semangatqu tuk berangkat, dan itu merupakan suatu kewajiban yg harus aq jalani…kumpul2 lg dengan keluarga adalah hobiqu, seneng banget rasanya sepanjang perjalanan yang kebayang di benakqu cuma pengen cepet nyampek aje…, meski badanqu lelah banget karena waktu malamnya aq tidur jam 2.00wib pagi, entah apa yang aq lakuin ampe jam segitu belum tidur, padahal kan ga boleh terlalu capek ,biar dalam perjalanan besoknya badanqu tetap selalu fit.

Aqupun meluncur dengan sepeda bututqu, dengan kecepatan yang ga lebih cepat dari jet. Aq coba tuk maksain dia tuk bisa meluncur, coz ni sepeda sudah mulai batuk2 karena kondisinya yang sudah cukup tua.

Yah kira2 seumuran keponakanqu yang sudah duduk di bangku SD, bagi sepeda tu dah cukup tua, begitulah klo buatan manusia, cuma beberapa tahun aja dan banyak keluhan,yang rusak ininyalah itunyalah, pokoknya ada2 aja. Disinilah tuhan melihatkan salah satu kebesarannya, bahwa ciptaanNYA ga akan bisa dibandingin dengan manusia, dan manusia ga akan bisa meniruNYA.

Dalam perjalanan sang mentari memang selalu ngangetin badanqu, ampe ngerasa badan ni di masukkan di oven. Mungkin karena terlalu perhatian dianya Kale yah…padahal tu dah ga pagi lagi, tapi ga apalah klo ga ada dia mungkin akan gelap gulita dan manusia akan ngerasa malam trus…berbagai cobaan memang ada, seperti waktu jalan di atas laut(di atas kapal laut) ada aja orang yang nawarin minum, ga tambah aus gimana ni tenggorokan, tambah aq tahan malah tambah membelit.

Tp untung YANG PUNYA MAHA masih bersamaqu, mana my ainun( mata ) ngantuk lagi, mo ta gantikan ke jul (maksudnya si zul) kata dia malah juga ngantuk…ga tambah payah tu.

Akhirnya jam 11.30 dengan susah payah aq bisa nyampe juga di rumah setelah melaksanakan kewajiban dulu "nganterin si jul ampe kerumahnya dengan selamat" he2…,abis solat dhuhur aq langsung tidur…coz cuapek banget…

karena ceritanya dah di alam mimpi, maka ampe di sini dulu ceritaqu ye….qu sambung di lain

waktu Oyi…,
LAHIR BATIN TUK SEMUA……

Art_ikelJune 30, 2007 2:01 pm

Matahari belum lagi muncul dari peraduannya, waktu subuh pun baru kan menjelang. Tetapi, keheningan menjelang subuh mulai pecah dengan suara merdu cicit burung yang saling bersahut-sahutan. Indah sekali terdengar di telinga. Sayangnya, keharmonisan suara cicit burung itu semakin lama mulai menghilang bersamaan dengan makin bersinarnya matahari pagi. Rutinas pagi dengan sambutan selamat datang suara cicit burung, mungkin menjadi sarapan pagi menjelang subuh yang dialami oleh sebagian orang. Subhanallah, fenomena alam yang sekilas terkesan sederhana ini, sebenarnya merupakan sebuah peringatan bagi kita. Bahwa sesungguhnya semua makhluk di langit dan bumi, termasuk burung pun yang derajatnya lebih rendah daripada manusia melakukan tasbih (beribadah dan melakukan puji-pujian kepada Allah) dan dzikir kepada Ilahi. Mereka bangun pagi-pagi buta, mengepakkan sayapnya, bertasbih dan berdzikir. Setelah itu baru mereka memenuhi kebutuhan dunianya, yaitu mencari makan, bercengkrama dengan anak dan keluarganya, atau sekedar bermain-main dengan burung lainnya. "Tidakkah kami tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sholat dan tasbihnya. Dan Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Qs. 24:41) Kita memang tidak mengerti tasbih dan dzikir yang dilakukan oleh burung-burung (ataupun makhluk-makhluk lainnya). Yang terdengar oleh kita hanyalah lantunan suara merdu yang harmonis, berirama, dan indah di telinga. Karena, sesungguhnya Allah Swt yang sudah memberitakan kepada manusia bahwa kita tidak akan mengerti tasbih dan dzikir yang dilakukan, baik oleh burung-burung ataupun makhluk-makhluk di langit dan bumi. "Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Alloh. Dan tidak ada satupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya. Tetapi, kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia Maha Penyantun dan Maha Pengampun." (Qs. 17:44) Oleh karena itu, alangkah malunya kita sebagai manusia yang dianugerahi Alloh sebagai makhluk dengan kesempurnaan unsur, tetapi terlupa untuk melakukan dzikir dan tasbih secara rutin kepada Ilahi Robbi, Dzat yang telah memberikan berjuta-juta nikmat kepada kita. Padahal, tasbih dan dzikir kepada Allah merupakan kunci yang membuka hijab atau batas dari kegelapan menuju cahaya iman. Ia juga merupakan sarana yang menguak kesadaran akan hakekat diri yang tenggelam. Karena melalui tasbih dan dzikrullah akan melahirkan pikiran dan jiwa yang cerdas serta tenang yang selalu diiringi oleh sikap tunduk, pasrah, dan tawakal kepada Allah swt. “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan dzikrulloh (mengingat Alloh). Ingatlah hanya dengan mengingat Allohlah hati menjadi tenang.“ (Qs. 13:28) Selain itu, dzikir juga merupakan refleksi dari kepahaman dan keyakinan akan hakekat diri sebagai manusia ciptaan Allah. Bahwa diri yang lemah ini diciptakan dengan tujuan asasi untuk mengabdi dan beribadah kepada Sang Khalik. Semakin tinggi pemahaman terhadap hal ini, semakin melambung nilainya. Dzikirnya selalu tak terlupa, ruhaninya bersih dan selalu tertata dalam meniti jalan menuju keridhoan Ilahi. Keutamaan berdzikir tercermin dalam sebuah dialog antara Rasulullah dengan seorang sahabat (sebagaimana diriwayatkan Tirmidzi) "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam telah banyak ada padaku, maka beritahulah kepadaku dengan sesuatu yang aku bisa berpegang teguh dengannya." Rasulullah saw bersabda, "Hendaklah lisanmu selalu basah karena berdzikir kepada Alloh." (Muttafaqun ‘Alaihi dari Hadits Abu Hurairah). Selain itu, dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda, "Aku berserah diri kepada persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Jika ia mengingatKu (berdzikir) dalam dirinya, Aku akan menyebut dalam diri-Ku. Jika ia mengingatKu dalam sebuah jamaah, maka Aku akan menyebutkanya di dalam jamaah yang lebih baik dari mereka." Sesungguhnya melakukan tasbih dan dzikrullah bukan hanya sekedar di lisan atau duduk tersungkur kemudian menangis. Tetapi, dzikir yang dilakukan oleh seorang mukmin haruslah dzikir yang melibatkan hati atau qolbu, menghadirkan pikiran akan makna-makna yang terucap oleh lisan, berusaha terwarnai olehnya, dan berupaya menetapi maksud dan tujuan. Selain itu, dzikir yang kita lakukan hendaknya juga senantiasa merasakan akan kehadiran Allah (muroqobatulloh) di mana pun ia berada. Rasa muroqobatulloh seorang mukmin ini akan semakin kuat seiring dengan kuatnya tali dzikir kepada Alloh swt. Ia akan selalu meyakini, tidak ada sedikit pun gerakan dan amal yang ia lakukan, kecuali dicatat dalam ’buku induk’ amal perbuatannya. “Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar) dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.“ (Qs. 43:80). Dzikir itu tidak terbatas pada basahnya lisan oleh ucapan-ucapan yang bermakna sakral dan menghidupkan jiwa yang gersang. Tetapi taubat juga merupakan dzikir, tafakur juga dzikir, menuntut ilmu itu dzikir, mencari rezeki dengan niat yang baik juga dzikir, dan segala sesuatu yang di sana ada upaya taqarrub kepada Allah dan selalu ber-muroqobah kepada-Nya, maka itu adalah dzikir. Karenanya, manusia yang arif adalah yang selalu berdzikir di setiap kesempatan, waktu, dan kesempitan. Seorang mukmin yang mempunyai hubungan dzikir yang kuat dengan Alloh, hatinya pun akan selalu sensitif dalam melakukan amal. Ia akan selalu menimbang setiap amal perbuatannya dengan timbangan syara’. Sehingga amal perbuatannya sangat bernilai laksana emas. Karena ia akan melihat bahwa Allah sesungguhnya lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri. "Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Qs.50:16) Selain itu, seorang mukmin pun perlu melakukan dzikir akal, yaitu dengan selalu berupaya menerjemahkan dan memikirkan fenomena-fenomena alam yang ada di sekitar kita dengan keagungan dan kekuasaan Allah, Sang Pencipta yang Maha Besar. Tidak bisa dibantah lagi bahwa seorang mukmin harus melakukan dzikir akal ini. Karena Rasulullah saw, setelah turun surat Al-Imron ayat 190 sampai 191 yang menerangkan tentang Ulil Albaab, yaitu orang-orang yang selalu memikirkan fenomena alam dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, dengan cucuran air mata beliau berkata kepada Bilal bin Rabbah: “Celakalah orang yang membaca ayat itu, namun tidak merenungkannya.“ Untuk mencapai hasil optimal dalam proses perenungan fenomena alam, Al-Ustadz Sayyid Qutb memberikan kiat, janganlah kita menganggap bahwa fenomena alam yang terjadi di sekeliling kita ini adalah suatu rutinitas yang terjadi begitu saja. Tetapi, cobalah memikirkan bahwa sesungguhnya ada sentuhan dari sebuah kekuasaan yang sangat besar, yang tidak bisa digapai manusia yaitu kekuasaan Allah swt yang menyebabkan terjadinya fenomena alam yang begitu ajaib, unik, aneh, dan teratur. Dan tak lupa, semoga kita pun selalu berupaya membiasakan lisan, hati, dan amal kita untuk mengekspresikan apa yang kita dapat dan kita alami dalam hidup ini dengan untaian-untaian tasbih dan dzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Wallohu a’lam bishawab.

     Sumber:Artikel Eramuslim",penulis: Nurul Huriah Astuti…,"

Art_ikel 1:58 pm

Dikisahkan,’Utbah al-Ghulam r.a dulunya termasuk orang-orang fasik dan pendurhaka. Ia dikenal dengan kekejiannya dan suka minum khamar. Pada suatu hari ketika,ia masuk ke dalam majelis al-Hasan al-Bashri yang sedang membahas tafsir ayat:"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mengingat ALLAH.(QS.al-Hadid[57]:16)." yang artinya,belumkanh datang saat ketakutan bagi hati mereka? Syaikh al-hasan al-Bashri Dalam menafsirkan ayat tersebut,memberikan nasehat yang amat sangat menyentuh hati,sehingga orang- orang di sekitarnyapun menangis. Di tengah meraka,seorang anak muda berdiri dan berkata, "Wahai orang-orang mukmin yang paling bertakwa,apakah Allah SWT akan menerima tobat orang fasik pendurhaka seperti saya ?" kemudaian Syaikh itu menjawab,"Ya,…Allah akan menerima tobat dari kefasikan dan kedurhakaanmu".Ketika Utbah al-Ghulam mendengar ucapan itu,wajahnya menjadi pucat dan tubuhnya menggigil. Tiba-tiba,ia menjerit dan pingsan,Ketika ia siuman,al-Hasan mendekatinya dan membacakan bait-bait syair berikut: Wahai anak muda pendurhaka…. kepada pemilik ‘Arsy nan mulia,Tahukan kau….. balasan tuhan bagi orang-orang yang durhaka… yaitu neraka Sa’ir….. Utbah pun menjerit begitu kerasnya dan pingsan lagi. ketika ia siuman, ia berkata ,"Syaikh,apakah Tuhan Yang Maha Pengasih akan menerima tobat orang tercela seperti saya?" Syaikh menjawab,"Adakah yang menerima tobat hamba yang berperingai kasar selain Tuhan Yang Maha Pengasih?" Kemudian , ia mengangkat kepala dan berdoa tiga kali. dalam doa pertama ia mengucap\kan, "Tuhanku,jika Engkau menerima tobatku dan mengampuni dosa-dosaku,muliakanlah aku dengan hafalan dan amalan yang aku dengar dan dapat aku hafalkan dari al-qur’anMu." Dalam doa kedua ia mengucapkan,"Tuhanku, muliakanlah aku dengan suara yang indah,sehingga setiap orang yang mendengar bacaanku dapat bertambah kelembutan kalbunya walaupun kalbu itu telah mengeras." Dalam doa ketiga ia mengucapkan,"Tuhanku,muliakanlah aku dengan rezeki yang halal,dan berilah aku rezeki yang datangnya secara tiba-tiba dan dari arah yang tidak di sangka-sangka." Allah kemudian mengabulkan semua doanya sehingga bertambah pemahaman dan hafalannya.Apabila ia membaca al-qur’an,setiap orang yang mendengar bacaannya langsung bertobat.Setiap hari di dalam rumahnya selalu ada makanan tanpa di ketahui siapa yang telah meletakkannya di situ.Ia senantiasa dalam keadaan seperti itu hingga wafat.Inilah keadaan orang yang kembali berserah diri kepada Allah SWT.Sebab,Allah tidak menghilangkan pahala orang yang berbuat baik. Sumber:dari buku kecil al-kisah…..tp bukux dah entah kemana… untungx ni ta simpan di komputer….